JAKARTA, KRJOGJA.com - Sidang Terbuka Senat Poltekkes Kemenkes Republik Indonesia, Kamis (08/02/2018) menetapkan Pengukuhan Guru Besar Profesor Dr. Hj. Lucky Herawati, SKM, M.Sc dalam Bidang Ilmu Pendidikan Kesehatan Masyarakat.
Dalam sambutannya Menkes Nila Djuwita mengatakan Poltekkes tidak hanya bertugas menjadi perguruan tinggi yang melaksanakan pendidikan kesehatan, tetapi dituntut mampu meningkatkan inovasi. Bahkan, mampu meningkatkan daya saing dalam meningkatkan kesejahteraan bangsa. "Melalui inovasi-lah Poltekkes harus mampu meningkatkan daya saing dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” kata Menteri Kesehatan.
Keberhasilan dalam mencetak tenaga kesehatan, kata Menkes ditentukan banyak faktor. Salah satu faktor terpenting adalah ketersediaan dosen yang kompeten dan profesional. Dosen tersebut dituntut memiliki kemampuan akademik yang tinggi. Selain itu, harus memiliki kemampuan manajemen dan keterampilan yang mumpuni, dan komitmen diri terhadap tanggung jawab yang diemban.
"Kemampuan yang dimiliki tersebut akan berpengaruh terhadap tercapainya tujuan pendidikan. Dengan demikian akan menghasilkan lulusan yang berkualitas, mempunyai etika tinggi dan siap di lapangan kerja,” kata Menkes.
Dalam orasi ilmiah Prof. Dr. Lucky Herawati, SKM, M.Sc dengan tema Peran Pendidikan Kesehatan Masyarakat Dalam Mewujudkan Keluarga Sehat, Bangsa Kuat, mengatakan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (2005–2024) menetapkan pembangunan kesehatan menuju ke arah pengembangan upaya kesehatan, dari upaya kesehatan yang bersifat kuratif bergerak ke arah upaya kesehatan preventif dan promotif.
"Untuk itu Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo telah meluncurkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau disingkat dengan GERMAS yang bertujuan masyarakat memiliki kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup,” kata Prof Lucky.
Pelaksanaan Germas, kata Prof Lucky harus dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah bagian dari masyarakat terkecil yang membentuk kepribadian, dari proses pembelajaran hingga menuju kemandirian. Kesehatan masyarakat juga itentukan oleh lingkungan, perilaku, akses pelayanan kesehatan, dan penyakit bawaan. Salah satu aspek pola perilaku yang tidak sehat, adalah perilaku merokok yang berdampak pada kesehatan, sosial dan ekonomi.
Prof Lucky diangkat sebagai Guru Besar sejak 01 November Oktober 2017 sesuai dengan Keputusan Menristekdikti Nomor 323/D2.1/KP/PAK-GB/2017. Prof. Lucky menjadi Guru Besar pertama di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dan di lingkungan Poltekkes Kemenkes Republik Indonesia.
Sidang Terbuka Pengukuhan Guru Besar dilangsungkan di auditorium dr Herman Susilo ,Gedung dr Suwarjono Surjaningray di Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kementerian Kesehatan Jakarta,Kamis (8/2). Dihadiri Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek,Dirjen SDIT Kemristekdikti Ali Gufron Mukti.