1.
Kemampuan beradaptasi, membaca pasar
peluang pengembangan bagi suatu organisasi menjadikan hal penting untuk survive
ditengah ancaman dan tantangan. Keterlambatan dalam menyikapi sebuah perubahan
akan berakibat fatal dan berdampak pada eksistensi organisasi. Pengalaman
berubah dari Akademi menjadi Sekolah Tinggi merupakan pembelajaran berharga,
bahwa trend masyarakat dan tuntutan pasar dapat dipenuhi oleh Organisasi.
Sehingga Organisasi menjadi bisa hidup dan tetap bertahan.
![]() |
| ( foto keteranagn : Adalah Kampus Yang saat ini sedang berjaya 2017 ) |
2.
Problem Managemen dan Leadership, merupakan faktor penting bagi kelangsungan
organisasi. Perbedaan faham yang timbul antara pemilik perguruan tinggi
(yayasan) mempengaruhi kinerja Pimpinan Perguruan Tinggi dan berdampak pada
kinerja. Dalam kasus ini tidak ada “team work” lagi. Perbedaan arah, dan
pemahaman visi yang tidak sama menimbulkan ketegangan dan menimbulkan konflik
sosial dan horizontal. Pada saat fungsi fungsi manajemen mulai terganggu maka
dinamisasi organisasi mulai terganggu pula. Distribusi tugas dan peran dari penanggungjawab
program tidak dapat berjalan sesuai dengan prosedur. Organisasi berjalan dengan
pincang dan tidak kuat menopang serangkaian program yang harus diselesaikan.
Legitimasi kepemimpinan yang bertugas membawa arah yang benar tidak mendapatkan
dukungan secara penuh. Sehingga institusi berjalan seperti kapal karam. Dalam
suatu organisasi Konflik dalam batas batas yang dapat dikendalikan oleh
managemen berpotensi pada peningkatan kinerja organisasi. Tetapi jika konflik
tersebut out of control aka sangat kontra produktif dan bersifat merusak.
3.
Kepercayaan masyarakat (Trust) adalah
modalitas utama bagi sebuah organisasi. Kepercayaan masayarakat terhadap suatu
institusi merupakan suatu indicator kepuasan stakeholder akan produk yang
dihasilkan. Kepercayaan tersebut sebenarnya dibangun oleh Perguruan Tinggi itu
sendiri dengan menujukkan kinerja para alumninya. Keterserapan alumni PT yang
sangat cepat dalam dunia kerja merupkan indicator mutu lulusan yang
berkwalitas. Dari situlah image terbangun dan menimbuklkan ketertarikan
masyarakat kepada organisasi. Alumni dapat menjadi media promosi yang paling
efektif untuk menaikkan daya serap para calon pendaftar di PT. Selain itu peran
media massa baik cetak ataupun elektronik merupakan sarana efektif untuk membangun
branding dan pencitraan public. Pesan positif yang disampaikan media akan
mendapatkan respon positif dan memunculkan image bagus bagi masyarakat
memerlukan kemampuan mengelola pesan menjadi skill dan pengetahuan penting bagi
suatu organisasi.
4.
Sinergi Peluang penting yang seharusnya
dapat dilakukan oleh PT adalah melakukan sinergi dengan intitusi yang memiliki
komitmen dan visi yang sepaham. Sinergi ini dapat dilakukan dengan masing
masing masing intitusi mendapatkan keuntungan yang berlebih dibandingkan dengan
melakukannya secara sendiri. Dengan bersinergi sebuah organisasi akan memiliki
kemampuan yang lebih dan dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi. Proses
sinergi didalmnya akan terjadi sharring sumber daya dan sumber dana,
pengembangan jaringan dan memperkuat posisi masing asing intitusi.
5. Visi dan Misi Organisasi. Pemahaman visi dan
misi organisasi merupakan hal yang sangat penting dalam suatu institusi
organisasi.Keberadaan organisasi baik pada saat sedang Berjaya maupun sedang
surut perlu melakukan review pada visi dan misi organisasinya. Sangat
dimungkinkan bahwa rapuhnya sebuah institusi, karena visi yang ingin dicapai
sudah tidak sesui dengan perkembangan dan perubahan jaman. Organisasi menjadi
dinamis apa bila mampu menangkap adanya perubahan dan melihat peluang peluang
yang akan timbul pada masa yang akan datang. Oleh karena itu visi tidak akan
berlaku untuk selamanya, tetapai ada masanya dimana visi harus berubah agar
organisasi dapat bertahan hidup.
https://zulyadai.wordpress.com/2012/03/26/dinamika-perguruan-tinggi/
